Aksara hotelCiumbuleuit · Bandung
Kuliner

Tips Wisata Kuliner di Bandung: Rute, Waktu, dan Porsi

Atur rute per kawasan, hindari jam ramai, berbagi porsi, dan sisihkan waktu istirahat: tips wisata kuliner di Bandung agar perjalanan makan Anda lebih santai.

Riswan Aksara4 menit baca
Kopi Artisan di meja dengan latar kolam renang
Daftar isi
  1. Kelompokkan Tujuan Wisata Kuliner di Bandung per Kawasan
  2. Datang Lebih Awal atau di Luar Jam Ramai
  3. Berbagi Porsi untuk Mencoba Lebih Banyak Menu
  4. Tanyakan Soal Halal dan Kebutuhan Makanan
  5. Siapkan Pembayaran dan Perhitungkan Lalu Lintas
  6. Sisihkan Waktu Istirahat di Hotel

Bandung adalah kota yang menyenangkan untuk dijelajahi lewat makanan. Dalam sehari, Anda bisa mencicipi sarapan khas, jajanan aci yang kenyal, hidangan Sunda dengan lalapan segar, sampai martabak hangat di malam hari. Namun tanpa rencana, wisata kuliner di Bandung juga bisa melelahkan: terjebak macet, antre lama, atau sudah kekenyangan sebelum sempat mencoba semua yang diinginkan.

Tips berikut membantu Anda menyusun rute makan yang lebih efisien dan nyaman, baik untuk akhir pekan maupun liburan yang lebih panjang. Semuanya bersifat umum, jadi tetap cek jam buka terbaru setiap tempat yang ingin Anda datangi sebelum berangkat.

Kelompokkan Tujuan Wisata Kuliner di Bandung per Kawasan

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah berpindah dari satu ujung kota ke ujung lain dalam waktu singkat. Lebih baik bagi daftar tujuan Anda per kawasan, lalu selesaikan satu kawasan dalam satu sesi.

  • Bandung utara: Ciumbuleuit, Dago, Punclut, dan Lembang, cocok untuk suasana sejuk dan pemandangan perbukitan.
  • Pusat kota: sekitar Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, dan Alun-alun, mudah dipadukan dengan kunjungan ke Museum Konferensi Asia Afrika.
  • Cihampelas dan Sukajadi: sekitar Cihampelas Walk dan Paris Van Java, praktis jika Anda sekalian ingin berbelanja.

Dengan cara ini, lebih banyak waktu Anda terpakai untuk makan dan menikmati suasana, bukan di jalan. Sebagai gambaran, satu hari bisa dibagi seperti ini:

  1. Pagi: sarapan di pusat kota, lalu berjalan kaki di sekitar Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika.
  2. Siang: kembali ke Bandung utara untuk makan siang hidangan Sunda, lalu beristirahat sejenak.
  3. Sore: mencicipi jajanan di sekitar Dago atau Cihampelas.
  4. Malam: naik ke arah Punclut untuk makanan hangat sambil melihat lampu kota.

Datang Lebih Awal atau di Luar Jam Ramai

Tempat makan yang populer biasanya paling padat saat jam makan siang dan makan malam, terutama di akhir pekan dan musim libur. Datang sedikit lebih awal, atau justru di sela jam makan, sering kali membuat kunjungan jauh lebih santai.

Sebagian penjual hanya membuat jumlah terbatas setiap hari, sehingga menu tertentu bisa cepat habis. Jika ada satu tempat yang benar-benar ingin Anda coba, jadikan itu tujuan pertama hari itu. Untuk ide memulai pagi, lihat panduan sarapan khas Bandung.

Berbagi Porsi untuk Mencoba Lebih Banyak Menu

Jajanan berbahan aci lebih mengenyangkan daripada kelihatannya. Jika bepergian berdua atau berkelompok, pesan satu porsi untuk dibagi di setiap tempat. Dengan begitu, Anda bisa mencicipi lebih banyak menu tanpa kekenyangan di tengah hari.

Mesin espresso merah di bar Artisan
Baca jugaMengenal Kopi Jawa Barat, dari Java Preanger ke Cangkir Anda4 menit baca

Tentukan juga satu atau dua menu utama per tempat, lalu sisakan ruang untuk camilan. Daftar ide camilan bisa Anda temukan di artikel jajanan khas Bandung yang wajib dicoba.

Tanyakan Soal Halal dan Kebutuhan Makanan

Sebagian besar kuliner Sunda memakai ayam, daging sapi, ikan, dan sayuran, tetapi tidak ada salahnya bertanya, terutama di tempat yang menyajikan masakan dari berbagai daerah. Perhatikan juga logo halal di toko atau kemasan. Beberapa hal berikut juga berguna untuk diketahui:

  • Saus kacang sangat umum, misalnya pada batagor, siomay, cilok, karedok (salad sayuran mentah), dan lotek (sayuran rebus). Sampaikan jika Anda alergi kacang.
  • Batagor dan siomay berbahan ikan, dan banyak sambal memakai terasi dari udang.
  • Bagi vegetarian, karedok, lotek, atau surabi oncom bisa dicoba, tetapi tanyakan apakah bumbu atau sambalnya memakai terasi.
  • Jika tidak kuat pedas, minta sambal dipisah.

Di Aksara Hotel, seluruh menu Artisan Coffee halal, sehingga bisa menjadi tempat singgah yang praktis di sela perjalanan.

Siapkan Pembayaran dan Perhitungkan Lalu Lintas

Banyak penjual kini menerima QRIS dan e-wallet, tetapi pedagang kaki lima dan juru parkir sering kali lebih nyaman dengan uang tunai. Bawa uang pecahan kecil secukupnya dan pastikan saldo e-wallet Anda terisi.

Lalu lintas Bandung bisa padat di akhir pekan, hari libur, dan jam pulang kerja, terutama di jalur menuju kawasan wisata di utara. Pantau kemacetan lewat aplikasi peta, dan pertimbangkan transportasi daring agar Anda tidak perlu mencari parkir di setiap tempat. Saat musim hujan, selipkan payung atau jas hujan lipat di tas, dan beri waktu lebih untuk setiap perpindahan.

Sisihkan Waktu Istirahat di Hotel

Wisata kuliner yang menyenangkan butuh jeda. Daripada makan terus dari pagi sampai malam, kembalilah ke hotel di sela hari untuk beristirahat, mandi air hangat, atau berenang. Aksara Hotel di Ciumbuleuit berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota, tergantung lalu lintas, sehingga cocok menjadi titik istirahat di antara sesi makan.

Kamar dilengkapi isi ulang air minum gratis untuk mengisi botol sebelum berangkat, kulkas mini untuk menyimpan sisa camilan, serta ketel listrik dengan teh dan kopi. Kolam renang outdoor buka 24 jam, dan Artisan Coffee siap menemani sore Anda. Check-in mulai pukul 14.00, jadi rencanakan sesi makan pertama sebelum itu.

Lanjutkan petualangan rasa Anda dengan panduan kuliner malam di Bandung, lalu pilih kamar yang sesuai dan pesan langsung di website.

Lainnya dari Kuliner

Baca cerita lainnya
Segelas kopi Artisan di meja terasKuliner

Sarapan Khas Bandung: Lima Menu Pagi yang Patut Dicoba

Bubur ayam, kupat tahu, lontong kari, surabi, dan nasi kuning: panduan sarapan khas Bandung, kapan sebaiknya berangkat, dan pilihan pagi di sekitar hotel.

4 menit bacaBaca artikel