Aksara hotelCiumbuleuit · Bandung
Kuliner

Sarapan Khas Bandung: Lima Menu Pagi yang Patut Dicoba

Bubur ayam, kupat tahu, lontong kari, surabi, dan nasi kuning: panduan sarapan khas Bandung, kapan sebaiknya berangkat, dan pilihan pagi di sekitar hotel.

Riswan Aksara4 menit baca
Segelas kopi Artisan di meja teras
Daftar isi
  1. Lima Sarapan Khas Bandung yang Patut Dicoba
  2. Bubur Ayam
  3. Kupat Tahu
  4. Lontong Kari
  5. Surabi
  6. Nasi Kuning
  7. Kapan Sebaiknya Berangkat Sarapan
  8. Pilihan Praktis di Sekitar Hotel
  9. Pagi yang Santai di Artisan Coffee
  10. Rencanakan Pagi Anda di Bandung

Salah satu cara paling menyenangkan untuk mengenal Bandung adalah lewat sarapannya. Pagi di kota ini identik dengan udara sejuk, gerobak bubur di pinggir jalan, dan antrean di warung kupat tahu. Sarapan khas Bandung umumnya sederhana, hangat, dan cukup mengenyangkan untuk bekal berkeliling seharian.

Satu hal perlu Anda ketahui sejak awal: tarif kamar di Aksara Hotel saat ini tidak termasuk sarapan. Justru di situ serunya, karena Anda bebas berburu sarapan di luar seperti warga lokal. Berikut lima menu yang layak dicoba, tips agar tidak kehabisan, dan pilihan praktis jika Anda ingin pagi yang lebih santai.

Lima Sarapan Khas Bandung yang Patut Dicoba

Kelima menu ini mudah ditemukan di berbagai sudut kota, dari gerobak dorong sampai warung sederhana. Porsinya umumnya pas untuk satu orang, tetapi tidak ada salahnya memesan beberapa menu untuk dicicipi bersama.

Bubur Ayam

Bubur nasi yang lembut dengan suwiran ayam, cakwe, kerupuk, kacang kedelai goreng, daun bawang, dan bawang goreng, lalu dibumbui kecap dan sambal sesuai selera. Sebagian penjual menambahkan sate ati ampela atau telur sebagai pelengkap. Soal diaduk atau tidak diaduk, sepenuhnya terserah Anda.

Kupat Tahu

Menu yang sangat lekat dengan Bandung. Potongan kupat (ketupat) dan tahu goreng disajikan bersama tauge, disiram bumbu kacang yang dicampur kecap manis, lalu ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Rasanya gurih manis dan pas untuk mengisi tenaga sebelum jalan-jalan. Tidak heran banyak warga Bandung menjadikannya menu sarapan favorit.

Lontong Kari

Potongan lontong yang disiram kuah kari berbumbu rempah, biasanya berisi daging sapi atau ayam, lalu ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Kuahnya yang hangat dan harum terasa cocok untuk pagi yang dingin, apalagi setelah hujan semalaman.

Kopi Artisan di meja dengan latar kolam renang
Baca jugaTips Wisata Kuliner di Bandung: Rute, Waktu, dan Porsi4 menit baca

Surabi

Surabi adalah kue tradisional Sunda dari tepung beras dan santan yang dimasak di cetakan tanah liat di atas tungku. Versi klasiknya ada dua: surabi oncom yang gurih dan surabi polos dengan kinca, saus gula merah yang manis. Kini ada juga surabi dengan topping modern, dari keju sampai cokelat. Surabi paling nikmat disantap selagi hangat, tepat setelah diangkat dari cetakan.

Nasi Kuning

Nasi yang dimasak dengan kunyit dan santan sehingga berwarna kuning dan harum. Biasanya disajikan dengan telur, tempe orek, perkedel, ayam suwir, sambal, dan kerupuk. Nasi kuning mudah ditemukan di gerobak dan warung pinggir jalan pada pagi hari, dan praktis untuk dibungkus.

Kapan Sebaiknya Berangkat Sarapan

Banyak penjual sarapan di Bandung sudah berjualan sejak pagi sekali dan berhenti begitu dagangannya habis. Penjual yang ramai dikunjungi bahkan bisa habis jauh sebelum siang, jadi berangkat lebih awal adalah kuncinya.

  • Berangkatlah pagi, terutama di akhir pekan dan hari libur saat banyak orang juga mencari sarapan.
  • Cek jam buka terbaru sebelum berangkat, karena penjual kaki lima kadang libur atau berpindah lokasi.
  • Siapkan uang tunai dan e-wallet, karena tidak semua penjual menerima cara bayar yang sama.
  • Perhitungkan perjalanan: pusat kota sekitar 15 menit dari Ciumbuleuit, tergantung lalu lintas.
  • Bawa jaket tipis, karena pagi di Bandung utara bisa terasa dingin.

Jika Anda menginap lebih dari satu malam, coba satu menu berbeda setiap pagi. Dengan begitu, lima sarapan di atas bisa Anda jelajahi tanpa terburu-buru.

Pilihan Praktis di Sekitar Hotel

Tidak ingin pergi jauh? Supermarket Yogya Ciumbuleuit berjarak sekitar 550 m dari hotel. Anda bisa membeli roti, buah, atau yogurt, lalu menyimpannya di kulkas mini yang tersedia di setiap kamar.

Bangun sebelum tempat makan buka? Setiap kamar dilengkapi ketel listrik beserta teh dan kopi, jadi Anda bisa menyeduh minuman hangat sebelum berangkat berburu sarapan.

Air minum isi ulang juga tersedia gratis, sehingga Anda bisa mengisi botol lebih dulu sebelum keluar.

Pagi yang Santai di Artisan Coffee

Jika ingin memulai hari tanpa terburu-buru, Artisan Coffee di lantai 2 Aksara Hotel buka mulai pukul 08.00. Anda bisa memesan kopi, pastry, atau hidangan utama seperti Nasi Goreng Merah, lalu menikmatinya di teras rooftop dengan pemandangan pepohonan Ciumbuleuit. Semua menunya halal.

Karena tarif kamar tidak termasuk sarapan, pesanan di Artisan dihitung terpisah. Artisan juga terbuka untuk umum, jadi teman atau keluarga yang tidak menginap bisa ikut bergabung. Kenali suasananya lebih jauh di artikel ngopi santai di Artisan Coffee.

Rencanakan Pagi Anda di Bandung

Sarapan khas Bandung adalah cara yang hangat untuk memulai hari dan mengenal kota ini lebih dekat. Dari semangkuk bubur sampai sepiring surabi hangat, setiap menu bercerita tentang kebiasaan pagi warga Bandung. Setelah kenyang, lanjutkan petualangan rasa Anda dengan kuliner Sunda yang wajib dicoba.

Menginap di Ciumbuleuit memudahkan Anda berangkat pagi ke berbagai sudut Bandung. Lihat pilihan kamar, bandingkan tipe dan tarifnya, lalu pesan langsung di website. Selamat berburu sarapan!

Lainnya dari Kuliner

Baca cerita lainnya