Aksara hotelCiumbuleuit · Bandung
Kuliner

Kuliner Sunda yang Wajib Dicoba di Bandung

Dari nasi timbel sampai karedok dan pepes, kenali hidangan Sunda yang wajib dicoba di Bandung, cara menikmatinya, dan tips memesan untuk pemula.

Riswan Aksara4 menit baca
Bar Artisan Coffee dilihat dari pintu masuk
Daftar isi
  1. Ciri Khas Kuliner Sunda
  2. Hidangan Utama yang Wajib Dicoba
  3. Nasi Timbel
  4. Ayam Goreng Sunda
  5. Pepes
  6. Sayur Asem
  7. Karedok dan Lotek, Salad Khas Sunda
  8. Sambal dan Lalapan, Teman Makan yang Selalu Ada
  9. Cara Menikmati Kuliner Sunda
  10. Berburu Kuliner Sunda dari Ciumbuleuit

Bandung bukan hanya soal udara sejuk dan pemandangan perbukitan. Kota ini juga tempat yang menyenangkan untuk mengenal kuliner Sunda, masakan khas Jawa Barat yang segar, sederhana, dan sangat akrab dengan sayuran. Dari nasi yang dibungkus daun pisang sampai sambal yang diulek dadakan, ada banyak kuliner Sunda yang wajib dicoba di Bandung.

Panduan ini tidak membahas rumah makan tertentu. Fokusnya pada hidangannya: apa isinya, seperti apa rasanya, dan bagaimana cara orang Sunda menikmatinya. Dengan bekal ini, Anda bisa memesan dengan percaya diri di rumah makan Sunda mana pun di Bandung.

Ciri Khas Kuliner Sunda

Masakan Sunda dikenal dengan rasa yang segar dan bumbu yang tidak berlebihan. Sayuran sering disantap mentah sebagai lalapan, ikan air tawar seperti ikan mas, gurame, dan nila diolah dengan berbagai cara, dan daun pisang dipakai untuk membungkus, mengukus, atau sekadar alas makan.

Cara memasaknya pun sederhana: digoreng, dibakar, dikukus, atau direbus dengan bumbu. Hasilnya adalah hidangan yang ringan di perut, tetapi tetap kaya rasa berkat sambal dan rempah seperti kencur, kunyit, lengkuas, dan serai.

Hidangan Utama yang Wajib Dicoba

Nasi Timbel

Nasi timbel adalah nasi putih hangat yang dibungkus rapat dengan daun pisang. Uap nasi membuat daun pisang mengeluarkan aroma harum yang khas, sehingga nasi biasa terasa lebih istimewa. Biasanya nasi timbel disajikan sebagai satu paket bersama ayam goreng, tahu dan tempe goreng, ikan asin, sambal, lalapan, dan semangkuk sayur asem.

Ayam Goreng Sunda

Ayam goreng ala Sunda biasanya diungkep lebih dulu, yaitu dimasak perlahan dengan bumbu kuning seperti kunyit, bawang, ketumbar, lengkuas, dan serai, lalu digoreng sampai kecokelatan. Hasilnya gurih sampai ke dalam. Sebagian tempat menambahkan kremesan renyah di atasnya.

Kopi Artisan di meja dengan latar kolam renang
Baca jugaTips Wisata Kuliner di Bandung: Rute, Waktu, dan Porsi4 menit baca

Pepes

Pepes sebenarnya adalah cara memasak: bahan dibumbui, dibungkus daun pisang, lalu dikukus atau dibakar. Isinya beragam, dari ikan mas, ayam, tahu, oncom, sampai jamur. Bumbu meresap ke dalam dan aroma daun pisang ikut menempel. Jika memesan pepes ikan, makanlah perlahan karena durinya bisa halus.

Sayur Asem

Sayur asem adalah sup bening berkuah asam segar dari asam jawa, berisi labu siam, jagung, kacang panjang, kacang tanah, serta melinjo dan daunnya. Rasanya ringan dan menyegarkan, penyeimbang yang pas untuk lauk goreng dan sambal yang pedas.

Karedok dan Lotek, Salad Khas Sunda

Dua hidangan ini sering tertukar karena sama-sama memakai bumbu kacang. Bedanya ada pada sayurannya.

  • Karedok: sayuran mentah seperti kacang panjang, tauge, kol, mentimun, terong bulat kecil, dan kemangi, disiram bumbu kacang. Ciri khasnya adalah kencur yang memberi aroma segar dan sedikit tajam.
  • Lotek: sayuran rebus seperti kangkung, bayam, tauge, kol, dan kacang panjang, dengan bumbu kacang yang diulek bersama gula merah. Biasanya disantap dengan lontong atau nasi, ditambah kerupuk.

Bumbu keduanya umumnya diulek langsung di cobek saat Anda memesan. Inilah saat yang tepat untuk menyebutkan tingkat pedas yang Anda inginkan, misalnya cukup satu cabai atau tanpa cabai sama sekali.

Sambal dan Lalapan, Teman Makan yang Selalu Ada

Hidangan Sunda terasa kurang lengkap tanpa sambal dan lalapan. Sambal yang umum dijumpai antara lain sambal terasi dan sambal dadak, yaitu sambal yang diulek mendadak sesaat sebelum disajikan sehingga rasanya segar dan pedasnya langsung terasa.

Lalapan adalah sayuran dan daun segar yang dimakan mentah, lalu dicocol ke sambal. Isinya bisa berbeda di tiap tempat, tetapi yang sering muncul antara lain:

  • Mentimun dan kol
  • Selada dan kemangi
  • Leunca dan terong bulat kecil
  • Daun poh-pohan
  • Petai, bagi yang suka aromanya yang kuat

Jika baru pertama mencoba, ambil sedikit sambal dulu. Tingkat pedas sambal Sunda bisa mengejutkan, apalagi sambal yang baru diulek.

Cara Menikmati Kuliner Sunda

Banyak orang Sunda makan dengan tangan. Di rumah makan Sunda biasanya tersedia kobokan, yaitu mangkuk berisi air untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Duduk lesehan di atas tikar juga lazim, terutama di tempat makan yang bernuansa saung.

Ada pula tradisi botram, yaitu makan bersama dengan aneka lauk yang dihamparkan di atas daun pisang, lalu disantap beramai-ramai. Semangatnya sama di mana pun: masakan Sunda paling nikmat dinikmati bersama.

Beberapa tips agar pengalaman makan Anda lancar:

  • Pesan nasi per orang, lalu beberapa lauk untuk dibagi bersama.
  • Di sebagian rumah makan Sunda, lauk dipajang dan Anda tinggal memilih, lalu lauk dihangatkan, digoreng, atau dibakar sebelum disajikan.
  • Jika harga lauk seperti ikan gurame belum tercantum, tanyakan dulu karena sering dihitung berdasarkan ukuran.
  • Teh tawar hangat menjadi minuman pendamping yang umum di banyak rumah makan Sunda.

Berburu Kuliner Sunda dari Ciumbuleuit

Rumah makan Sunda mudah ditemukan di berbagai sudut Bandung, dari pusat kota sampai kawasan Punclut dan Lembang yang dikenal dengan suasana makan berlatar perbukitan. Cek jam buka terbaru sebelum berangkat, terutama jika Anda datang di hari libur.

Menginap di Ciumbuleuit membuat Anda dekat dengan Bandung utara, sekitar 15 menit dari pusat kota tergantung lalu lintas. Untuk merencanakan hari kuliner, baca tips wisata kuliner di Bandung dan panduan sarapan khas Bandung, lalu pilih kamar yang nyaman untuk beristirahat setelah kenyang.

Lainnya dari Kuliner

Baca cerita lainnya